Mengungsi ke Graha Bhakti Praja

MADIUN-Selasa(30/3)malam seolah menjadi saat yang tak bisa terlupakan bagi warga Kota Madiun.Terutama bagi mereka yang tinggal di seputaran Jalan Pandan,Ahmad Yani,Merapi,Kalimantan,Perintis Kemerdekaan dan Jalan Sendang.Pasalnya,hingga Rabu dini hari,mereka dihantui bencana banjir akibat luapan air Kali Madiun.Itu setelah arus deras menjebol pintu air di Jalan Ahmad Yani.
Pantuan Radar Madiun,sekitar pukul 22.00 WIB,air mulai masuk rumah warga di Jalan Merapi.Ketinggian terus bertambah hingga mencapai lutut orang dewasa.Kondisi ini memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat aman. Seperti pelataran Pasaraya Sri Ratu,hotel Pondok Indah dan ruang kelas MI di Jalan Merapi.”Sebagian anggota keluarga saya ungsikan di hotel Pondok Indah yang ada di depan rumah,”ujar Hari,warga Jalan Merapi,Selasa malam lalu.
Heri memilih tinggal di rumah bersama anggota keluarga yang lain.Saat air semakin meninggi,Hari dan kakaknya menaikkan perabot rumah ke atas plafon.Mengungsi juga dilakukan Anik Indrawati,warga Jalan Merapi.Dia memilih pelataran pasaraya Sri Ratu bersama ibu dan ketiga anaknya.Dia juga membawa bekal pakaian kering untuk bagi buah hatinya.”Air yang masuk rumah terus naik,saya takut anak-anak sakit,terutama yang bayi ini.Saya juga membawa seragam anak saya,soalnya besok (kemarin,Red)dia tetap masuk sekolah,”papar Anik.
Jumiyati,warga Jalan Perintis Kemerdekaan juga terdampak.Perempun paro baya itu harus menghabiskan malamnya di gedung Graha Bhakti Praja bersama cucu dan suaminya.”Kasihan cucu saya,takutnya kalau terlalu lama dekat air bisa sakit.Jadi saya milih ngungsi di sini,”terangnya.
Jumiyati mengaku,baru pertama kali ada banjir melanda rumahnya.Dia tidak menyangka sungai di dekat rumahnya tidak mampu menampung debit air dan meluber ke pemukiman.”Seumur-umur baru kali ini saya kena banjir.Semoga airnya cepat surut dan kami bisa kembali ke rumah,”terangnya.
Sementara,sekitar pukul 22.30 WIB,enam mesin pompa air di Jalan Pandan mati karena terendam air.Kondisi ini membuat debit air yang masuk ke kota meningkat tajam. Pemkot berupaya mengurangi dampak luapan air dengan mendatangkan dua plat besi dari PT Inka.Plat tebal itu dipasang untuk menutup pintu air yang jebol.”Untuk memasang plat itu kami membutuhkan bantuan alat berat,”ujar wali kota Bambang Irianto yang terus memantau di lokasi.
Bambang menuturkan,pemkot juga meminta bantuan personel dari Yonif Linud 501 Braja Yudha,Polresta Madiun,Tim SAR dan Satpol PP untuk memasang plat tersebut.Puluhan orang bergotong royong menarik tambang yang dipakai menurunkan plat besi.”Pemasangan plat ini cukup berhasil.Sebab debit air yang masuk ke kota mulai turun,”ujar wali kota.
(Sumber Radar Madiun)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s