Unsur jin

Di dalam Alquran banyak ayat yang dapat dijadikan dalil untuk membuktikan bahwa sesungguhnya ada makhluk berwujud yang bernama jin.

Tujuan diciptakannya makhluk jin oleh Allah SWT itu sebagaimana tujuan diciptakannya manusia, yaitu untuk mengabdi kepada-Nya. Allah SWT berfirman yang artinya, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyaat: 56).

Alquran dan hadis sangat jelas menyatakan bahwa jin diciptakan dalam dunia nyata, unsur kejadiannya dari api. “Dan, Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27). “Dan, Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Ar-Rahman: 15).

Allah juga berfirman tentang kisah iblis, “Aku lebih baik daripadanya (Adam). Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A’raf: 12). Iblis, yang oleh Alquran ditegaskan dari jenis jin, mengemukakan dalil penolakannya untuk sujud kepada Adam. Dan, dalam keterangan di atas dengan jelas bahwa jin diciptakan dari api.

Hadis Nabi saw. pun menginformasikan hal yang sama. Imam Muslim dalam kitab sahihnya melalui istri Nabi saw., Aisyah r.a., meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang berkobar, sedangkan Adam (manusia) diciptakan sebagaimana apa yang telah dijelaskan kepada kalian.”

Meskipun keterangan telah jelas, baik dari Alquran dan hadis, sejak dahulu ada saja yang menolak pengertian penciptaan jin dari api. Dalam kitab Al-Funun, Abu al-Wafa’ bin ‘Aqil menyebutkan bahwa seseorang bertanya kepadanya tentang persoalan jin, maka ia menjawab, “Allah mengabarkan tentang mereka bahwa mereka diciptakan dari api, dan mengabarkan bahwa api dapat membahayakan danmembakar mereka. Lalu, bagaimana api dapat membakar api? Jawabannya, Allah SWT menisbahkan jin dan setan kepada api, sebagaimana Ia menisbahkan manusia kepada tanah, Lumpur, dan tanah liat. Maksudnya, manusia asalnya adalah tanah, tetapi manusia itu bukan tanah. Begitu pula jin, asalnya adalah api, tetapi jin bukan api.” Dalil tentang persoalan di atas disebutkan dalam perkataan Rasulullah saw., “Ketika setan datang dalam salatku, aku mencekiknya sampai aku mendapati air liurnya pada telapak tanganku.” (HR Bukhari, Imam Ahmad juga meriwayatkannya).

Al-Qadhi Abu Bakar mengatakan, “Hanya orang-orang tertentu yang dapat melihat mereka (bansa jin). Sedangkan orang yang tidak diberikan penglihatan untuk melihat, tidak bisa melihat mereka.”

Ibn Mardawaih meriwayatkan dari Ibn Mas’ud, dari Nabi saw., bahwa beliau bersabda, “Mimpinya seorang muslim merupakan satu bagian dari tujuh puluh bagian kenabian. Dan api ini adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian api yang sangat panas, yang darinya diciptakan jin.”

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia mengatakan, Rasulullah saw. bersabda, “Api kalian adalah satu bagian dari tujuh puluh ranting api neraka jahanam.” Demikian disebutkan dalam kitab Bad’ul Khalq.


Referensi:
1. Luqath al-Marjan fi al-Ahkam al-Jan, Imam Jalaluddin as-Suyuthi
2. Yang Tersembunyi: Jin Iblis, Setan, & Malaikat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah serta Wacana Pemikiran Ulama Masa Lalu dan Masa kini, M. Quraish Shihab

Al-Islam, Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s