Kisah Kecil Dahulu, Pak Belalang dan Semut Pekerja

Sebuah kisah yang sangat menarik ketika saya masih kecil adalah cerita tentang semut dan pak belalang. Cerita ini sontak membuat yang membaca akan berfikir positif tentang perlunya bekerja keras dan jangan bermalas-masalas. Tetapi seiring saya besar kok bukan hikmah itu yang saya tangkap, melainkan sebuah idiom bahwa hidupa adalah berorientasi pada pengumpulan kapital sebuah komunal.

Okelah.. jika bahasan ini multi tafsir, seperti menafsirkan wedang kopi itu adalah air panas yang dicampur kopi dan gula atau air gula yang dicampur kopi, yang jelas takaran gula sedikit lebih banyak agar bisa mengimbangi rasa kopi yang pahit jadi manis segar khas kopi kan? Multi tafsir, seperti ketika saya naik sepeda motor yang baru saya tebus dari dealer. Bnyak yang bilang saya bisa beli karena kredit, karena secara rasional sangat tidak mungkin guru seperti saya bisa membeli motor sport sekelas vixi, hehehe tapi lagi-lagi bisa saja ini multi tafsir.

Okelah.. kita akan kembali pada Kisah pak belalang tadi, kisah ini terjadi pada suatu waktu, diamana seorang belalang tua yang gendut ditemukan kelaparan (gendut kelaparan? Wow sekali ya) di sebuah hutan oleh komunal semut. Kemudian belalang tua itu di ditolong,diajak ke tempat komunal semut. Disitu dia diberi makan sampai kenyak. Hari-hari pak belalang sungguh menyenangkan, banyak makanan disediakan untuk dirinya oleh komunal semut. Hingga dia sampai tertidur kekenyangan. Pak belalangsenang bermain biola, dan para semut senang mendengarkan alunan biola pak belalang. Dengan suka cita mereka berdendang sambil membawa beberapa makanan yang didapat dari hasil mengais di luar sarang. Pak belalang hanya bermain dan bermain. Hingga dia  lupa saat harus bekerja keras dan mengumpulkan makanan seperti komunal semut ini.

Hingga musim dingin tiba, semut kembali kesarang yang hangat. Dan pak belalang kebingungan, dia tidak dapat ikut masuk, dia harus mencari tempat sendiri. Tetapi dimana dia harus tinggal? selama ini dia hanya bermain dan tidak pernah punya tempat untuk menyiman cadangan makanan seperti semut. Musim dingin ini sungguh panjang, hingga banyak tumbuhan yang tertutup salju dan pak belalang kesulitan untuk mencari makanan. Badai salju kemarin malam menjadikan semua tertimbun salju, rumah, jembatan, sungai, gua, dan termasuk juga pak belalang, yang mati membeku kedinginan.

Cerita diatas sangat sederhana, tapi bagi saya saat masih kecil adalah cerita yang sangat ber hikmah. Terlepas dari sekarang yang saya ertanyakan konsepnya tentang menimbun dan menimbun. Sayang sekali, kisah ini kadang kala bisa kita temukan dalam kehidupan nyata, miris, yang kaya dengan harta seakan akan hidup selamanya dengan hartanya. Itu tadi sedikit tentang kisah pak belalang dengan semut. Tak ada yang istimewa hanay kilas balik aja, hehehe..

One comment on “Kisah Kecil Dahulu, Pak Belalang dan Semut Pekerja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s