Naskah Pidato Pildacil

PILDACIL

Berbakti kepada kedua orangtua

 pildacil

Assalamu’alaikum wr wb…

Muqodimmah.

(terserah anda)

Alhamdulillahirrobl ‘alamin…

Bapak ibu .. gimana kabarnya hari ini? (audien : baik….)

Alhamdulillah….

Bapak ibu yang berbahaia sebelumnya saya akan mengutip sebuah haist nabi saw yang diriwayatkan Abu Hurairah ra., ia berkata:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab: Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. Hadis riwayat Imam Muslim.

MasyaAlloh…

Lluar biasa sekali hadist ini. Semua di dunia ini dinomer akhirkan, yang nomer satu adalah Ibu dan ayah. Bahkan dalam hadist tersebut, menyebutkan menghormati ini sebanyak 3 kali dan dilanjutkan dengan Bapak.

Nah.. bapak ibu sekalian… ternyata menghormati kedua orang tua, baik ibu dan bapak adalah kewajiban.

Coba kita liat kembali, bagaimana ketika Ibu kita mengandung kita dahulu. Selama Sembilan bulan lamanya, kita di gendongnya. Diberi makan dari apa yang ibu makan dan dirawat kesehatan kita saat itu. Ibu makan, ibu tidur, ibu berdiri semua aktifitasnya selalu mengajak kita.

Nah, jika ibu dan Bapak bayangkan, membawa beban dua kilo ajasetiap hari pastiakan mengeluh capek. Apalagi ibu kita yang selama Sembilan bulan terus menggendong kita di dalam perutnya.

Hmm.. luar biasa perjuangannya.

Nah.. kemudian….

Coba bapak ibu bayangkan…

Bapak kita yang telah menafkahi keluarganya, dengan peluh di dahinya. Dengan tetesan keringat saat pulang dari sawah, dari tempat kerja. Belum pula kering, sudah kita bebankan dengan segala macam permintaan. Saat anaknya sakit dia yang menjaga, saat anaknya butuh uang sekolah dia yang harus mencari uang untuk pelunasan.

Nah.. Bapak ibu sekalian…

Bapak ibu disini sudah jadi bapak apa belum…??

Ada yang masih bujang?

Ada yang remaja?

Ada juga yang sampun sepuh??? Wis mbah mbah tuwek… untune entek… isine gur mewak me… (audien : wek…)

Tambahi meneh…. Tur rupane wis e… (audien : lek)

Ya… tidak jadi apa….

Yang sudah jadi Bapak tambah ridho menjadi Bapaknya.

Yang sudah jadi Ibu tambah ikhlas ibadahnya.

Yang masih bujang…

La ini… ben ndang segera…. Dapat jodohnya

Yang sudah tua muga disegerakan…..

Segerakan apanya bu…. pak…?

Maksudnya disegerakan rejekinya, mudah kehidupannya dan tambah kesehatannya.

Mekaten lo….

Bapak ibu sekalian yang di rahmati Allah….

Ini saya ada cerita.

Cerita ini saya ambil dari Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra. Suatu saat ada Seseorang datang menghadap Nabi saw.

Nah orang ini  memohon izin untuk ikut berperang bersama Nabi saw.

Kemudian Nabi saw. Bertanya kepada orang tersebut: Apakah kedua orang tuamu masih hidup?

Orang itu menjawab: Ya. Kanjeng Nabi.

Kemudian Nabi saw bersabda: Maka kepada keduanyalah kamu berjihad dengan dengan berbakti kepada mereka.

Hadis niki riwayat imam Muslim.

Bapak ibu yang di rahmati Alalh swt.

Berbakti dab menyayangi kedua orang tua itu bahkan di utamakan dari pada berjihad dan berperang dengan pasukan muslim lainnya.

Artinya lebih diutamakan merawat dan memuliakan orang tuanya.

Sakmeniko kan malah sebaliknya to????

Gek bocah sakniki…

Diutus Bapaknya…

Le… jajal kae di sapu jogane disik.

Emoh….

Loh.. loh… suareno koyo suara sa… (audien : pi…)

Di utus ibuknya.

Nduk ndang di isahi piringe seng reget kae.

Moh….

Koyo suara sa… (audien : pi…)

Be’e kakean ngombe susu sapi iki sajake.

Unine moh.. moh…

Nah, ternyata sedikit saja ucapan kita, bisa berdampak pada hati orang tua kita.

Berkata baik pada mereka saat berbicara sangat dianjurkan. Larangan untuk berkata kasar dan menyakitkan harus diperhatikan.

Bahkan ibu sebuah ajakan yang baik, harus dengan kata yang baik. Tidak boleh dengan kata kasar.

Hal itu dicontohkan oleh Nabi Ibrahim saat mengajak Bapaknya si pembuat patung berhala. Nabi Ibrahim tetap memperlakukan Bapaknya sebagai Bapak, walau iman Nabi Ibrahim berbeda dengan Bapaknya.

Hadirin sekalian yang berbahagia.

Larangan Allah swt pada kita kepada orang tua kita, sampai berkata “ah’ saja tidak boleh. Opo meneh sampai berkata kotor, ada yang sampai misuhi, naudzubillahmindzalik…

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

(24) “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al-Isra: 23-24).

Bapak ibu sekalian yang di rahmati Alalh, kesimpulan pidato saya ini adalah hendaknya berbuat baik pada orang tua itu lebih diutamakan dari pada hal lain yang sifatnya mubah, bahkan berjihad sekalipun di nomer duakan.

Kita sebagai anak, walau bapak ibu juga sudah punya anak paling tidak pernah jadi anak, kita rawat kedua orang tua kita dengan baik, kita hormati, kita muliakan mereka.

Ridho Allah adalah ridho orang tua.

Demikian kurang lebihnya kulo nyuwun gunge samudro pangeksami.

Bilih wonten lepat atur kawulo meniko amargi kalepatan kawulo, menawi wonten saenipun meniko mboten klentu hidayah saking Gusti Allah ta’ala.

Akhirul kalam wllohu wuafiq ila aqwa mittoriq…

Wassalamu’alaikum wr wb.

One comment on “Naskah Pidato Pildacil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s